ADVERTORIAL PERKANBARU | 5 Mei 2026
PEKANBARU – TRIKRIAU.COM - Sejak dilantik 2025 lalu, Upaya konkret terus dilakukan dengan mengerahkan seluruh OPD di bawah kepemimpinan Walikota Agung Nugroho dan Wakil Walikota Markarius Anwar, satu persatu arah pembangunan Kota Pekanbaru mulai menunjukkan pola yang lebih maju dan berdampak langsung bagi masyarakat. Berbagai program yang sebelumnya dirancang kini mulai terealisasi dalam bentuk kebijakan konkret.
Fokus pembangunan tidak lagi bersifat parsial, melainkan menyatu dalam visi besar menjadikan Pekanbaru sebagai kota bersih, sehat, kompetitif, dan berkelanjutan.
“Sejak awal kami berkomitmen bahwa setiap program harus dirasakan langsung oleh masyarakat. Bukan sekadar rencana, tapi benar-benar diwujudkan secara bertahap dan terukur,” ujar Agung Nugroho.
Salah satu kebijakan yang langsung dirasakan warga adalah perbaikan jalan rusak, dan penyesuaian tarif parkir kendaraan bermotor. Langkah ini dinilai sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap kebutuhan harian masyarakat.
disektor jalan, Pemko Pekanbaru menegaskan komitmennya untuk menjadikan perbaikan infrastruktur dasar sebagai prioritas utama pembangunan pada tahun 2026.
Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru memfokuskan program kerja pada pembenahan jalan dan drainase guna meningkatkan aksesibilitas, keselamatan, serta kenyamanan masyarakat.
Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho menyatakan, kondisi jalan rusak di Pekanbaru masih menjadi persoalan serius yang harus ditangani secara berkelanjutan.
Jumlah ruas jalan berlubang yang cukup besar menuntut pemerintah daerah untuk terus melakukan perbaikan fasilitas umum, khususnya jalan-jalan yang menjadi jalur utama aktivitas warga.
"Jumlah jalan berlubang di Kota Pekanbaru masih sangat banyak, bahkan melebihi kapasitas sumber daya aparatur yang ada," ucap Agung, Selasa (6/1/2026).
"Oleh karena itu, perbaikan jalan tetap menjadi fokus utama karena akses yang baik merupakan kebutuhan mendasar dan kenyamanan masyarakat harus diutamakan," tegasnya.
Selain perbaikan jalan, Pemko Pekanbaru juga menaruh perhatian serius pada pembenahan sistem drainase sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir.
Di samping itu, sektor pendidikan dan kesehatan tetap menjadi bagian dari agenda pembangunan daerah.

Menanggapi target perbaikan jalan sepanjang 100 kilometer dalam satu periode kepemimpinan, Agung menegaskan, capaian tersebut sangat bergantung pada tata kelola keuangan daerah yang efektif dan akuntabel.
Di sektor lingkungan, Pemko Pekanbaru menggencarkan gerakan “Serbu Sampah” dengan membentuk Lembaga Pengelolaan Sampah (LPS) di 83 kelurahan.
Penegakan hukum terhadap pembuangan sampah ilegal juga diperketat sebagai bagian dari upaya menciptakan kota yang lebih tertib.
Masalah banjir yang selama ini menjadi persoalan klasik ditangani dengan pendekatan terintegrasi. Pemerintah kota mencatat telah melakukan intervensi di 20 titik rawan banjir.
Normalisasi sungai dilakukan sepanjang 78,2 kilometer, sementara perbaikan drainase dan daerah aliran sungai (DAS) mencapai 109,5 kilometer. Upaya penghijauan juga diperkuat dengan penanaman 15 ribu pohon.
“Masalah klasik seperti banjir dan sampah kami tangani dengan pendekatan sistematis, tidak lagi parsial. Ini butuh waktu, tapi progresnya sudah terlihat,” jelas Agung.
Di sektor pendidikan, Pemko meluncurkan program beasiswa dari jenjang S1 hingga S3, termasuk bagi para hafiz Al-Qur’an.
Program Zero Putus Sekolah juga mencatat capaian dengan menjaring 1.778 anak, di mana 757 di antaranya telah kembali bersekolah.
Sementara di bidang kesehatan, layanan pemeriksaan gratis dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) digulirkan untuk pelajar serta kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Di sektor budaya, Pekanbaru berhasil meraih juara dua MTQ tingkat Provinsi Riau serta sukses menggelar MTQ ke-57 tingkat kota.
Pekanbaru menunjukkan satu hal yang jelas, yakni arah pembangunan bergerak lebih terstruktur, pelayanan publik makin mendekat ke warga, dan tata kelola kota mulai dibenahi secara menyeluruh.

Komitmen itu diawali dengan kebijakan yang menyentuh kebutuhan harian warga, seperti :
1. Penurunan tarif parkir kendaraan bermotor;
2. Sektor lingkungan, Gerakan Serbu Sampah digulirkan dan Lembaga Pengelolaan Sampah (LPS)
yang dibentuk di 83 kelurahan.
3. Penindakan terhadap pelaku pembuang sampah ilegal;
4. Penertiban 175 tiang reklame.
5. Pelayanan publik melalui kehadiran Mobil AMAN berupa layanan administrasi kependudukan.
6. Pengendalian banjir dilakukan dengan penanganan 20 titik rawan, normalisasi sungai
sepanjang 78,2 kilometer, drainase, dan DAS sepanjang 109,5 kilometer.
7. Penanaman 15 ribu pohon memperkuat visi Pekanbaru Green City yang berkelanjutan.
8. Solidaritas juga ditunjukkan Pemerintah Kota Pekanbaru terhadap daerah terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat melalui bantuan tunai dan sembako masing?masing senilai Rp 3 miliar dan Rp 1,5 miliar.
9. Beasiswa S1 hingga S3, termasuk bagi Hafiz Al-Qur’an,
10. Program Zero Putus Sekolah berhasil dapat menjaring 1778 anak dengan berbagai latar permasalahan dan mengembalikan 757 anak ke bangku pendidikan.
11. Menanggulangi kendala ijazah yang tertahan dan membantu perlengkapan sekolah.
12. Guna menyukseskan wajib belajar 13 tahun pemerintah kota Pekanbaru telah mewujudkan pemenuhan 1 PAUD 1 Kelurahan dengan menginterasikan pada layanan posyandu serta meningkatkan kompetensi kader dengan mengadakan pelatihan kader posyandu yang
menjadi bagian dari strategi menekan angka stunting dan memperkuat kualitas generasi mendatang.
13. Pemeriksaan kesehatan gratis, Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi peserta didik dan kelompok 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita).
14. Dalam bidang prestasi dan penguatan identitas budaya turut mewarnai perjalanan setahun kepemimpinan Agung, Pekanbaru meraih Juara 2 MTQ Tingkat Provinsi Riau dan sukses menyelenggarakan MTQ ke-57 tingkat kota.
15. Festival Kreatif Budaya Melayu digelar untuk menghidupkan nilai kultural sekaligus mendorong UMKM.
16. Gaya hidup sehat didukung melalui Event Lari Pekanbaru 10K dan peresmian Stadion Mini Gelora Hang Tuah.
17. Pemberdayaan masyarakat diwujudkan lewat Program Rp 100 Juta per RW, sementara pengangkatan PPPK dan PPPK paruh waktu, serta pemberian tunjangan kinerja ke-14 memperkuat kapasitas aparatur.
18. Perbaikan infrastruktur tercatat melampaui target. Lebih dari 42 kilometer jalan diperbaiki, 42 halte diremajakan, lampu penerangan dipasang, dan wifi gratis dihadirkan di sejumlah titik.
19. Bazaar Pangan Murah berlangsung di 50 lokasi untuk menjaga daya beli masyarakat.
20. Dari sisi tata kelola, utang warisan senilai Rp 467 miliar berhasil dilunasi, masuk investasi baru, dan proses Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) kini dapat diselesaikan hanya dalam satu jam.

21. Sebagai Bentuk komitmen Pemerintah Kota Pekanbaru dalam meningkatkan rasa aman dan perlindungan bagi masyarakat, Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho secara resmi meluncurkan Tim Reaksi Cepat (TRC) Pekanbaru Aman 112;
22. Dalam bidang lingkungan, Kota Pekanbaru menapaki babak baru dalam pengelolaan sampah melalui pengembangan proyek waste to energy (WTE) atau pengolahan sampah menjadi energi.
23. Walikota Pekanbaru Agung Nugroho menerima penghargaan peringkat dua nasional pada Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 dari Pemerintah Pusat atas keberhasilannya dalam menekan angka kemiskinan dan stunting.
*AKSELERASI PROGRAM STRATEGIS NASIONAL (PSN) DAN PEMBANGUNAN PEKANBARU
PSN Nasional
1. Makan Bergizi Gratis Terdapat 27 dapur umum MBG. Satu dapur umum menyiapkan sekitar 3.000-3.500 porsi MBG per hari.
2. Koperasi Merah Putih Sebanyak 83 koperasi yang berbadan hukum di setiap kelurahan. Digitalisasi Pendidikan Program digitalisasi Pendidikan masih berlangsung. Salah satu contoh mendapat smartboard atau papan tulis pintar di sekolah negeri Kota Pekanbaru. Sekolah Rakyat Pembangunan fisik masih dalam tahap persiapan dan lahan sudah tersedia. Siswa sudah mulai bersekolah di Sentra Abiseka Kota Pekanbaru milik Kementerian Sosial.
3. Pengentasan Kemiskinan Intervensi menghapus kemiskinan ekstrem dan mendorong pengembangan UMKM sebagai alat penekan angka kemiskinan.
4. Pengelolaan Sampah Terpadu Mengembangkan sistem pengelolaan sampah pengangkutan dan pengurangan timbulan sampah melalui Lembaga Pengelolaan Sampah (LPS) di setiap kelurahan.
5. Pembangunan Rumah Swadaya Membangun 42 unit rumah layak huni baru dan rehabilitasi 12 unit rumah.
6. Pembangunan Gas Kota Memiliki 20 ribu sambungan rumah jaringan gas.(adv/pku).
