Langkah Nyata Menuju Listrik 24 Jam di Pulau Mendol Pelalawan

Rabu, 08 April 2026 | 10:10:58 WIB

PELALAWAN - Trikriau.com - Harapan baru kini mulai menyala di Pulau Mendol, Wilayah kepulauan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses listrik, perlahan menuju perubahan besar. Melalui pembangunan kabel listrik bawah laut, impian masyarakat untuk menikmati listrik selama 24 jam bukan lagi sekadar angan, melainkan target nyata yang sedang diwujudkan.

Komitmen tersebut terlihat jelas dalam audiensi antara Bupati Pelalawan, H. Zukri, bersama pihak PLN. Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memastikan percepatan pembangunan infrastruktur kelistrikan yang sangat dinantikan masyarakat Pulau Mendol.

Dalam kesempatan itu, Manager UP3 PLN Pekanbaru, Wilsriza Wilman, mengungkapkan bahwa progres pembangunan kabel bawah laut telah mencapai sekitar 50 persen. Angka ini menjadi indikator kuat bahwa proyek strategis tersebut berjalan sesuai rencana.

“Untuk progres pemasangan kabel bawah laut menuju Pulau Mendol saat ini sudah mencapai 50 persen. Kita targetkan selesai pada bulan Mei 2026,” ujarnya optimistis.

Pembangunan kabel bawah laut ini bukan sekadar proyek infrastruktur biasa. Di baliknya, terdapat upaya besar untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat—akses listrik yang stabil dan berkelanjutan.

Selama ini, warga Pulau Mendol harus berhadapan dengan keterbatasan pasokan listrik yang belum mampu menyala penuh selama 24 jam. Kondisi tersebut tentu berdampak pada berbagai aspek kehidupan, mulai dari aktivitas rumah tangga hingga pertumbuhan ekonomi.

Kini, dengan hadirnya solusi jangka panjang berupa jaringan kabel bawah laut, distribusi listrik diharapkan menjadi lebih andal, stabil, dan merata.

Teknologi ini memungkinkan penyaluran energi dari daratan utama ke wilayah kepulauan tanpa terganggu oleh kondisi geografis yang selama ini menjadi tantangan utama.

Namun, di balik progres yang menggembirakan, terdapat berbagai aspek teknis yang harus diperhatikan. Proses pemasangan kabel bawah laut sangat bergantung pada ketersediaan arus listrik sebagai sumber utama penyaluran energi.

Oleh karena itu, pihak PLN terus melakukan penyesuaian teknis secara cermat agar seluruh tahapan pengerjaan dapat berjalan lancar dan memenuhi standar keamanan serta kualitas.
Dukungan penuh dari pemerintah daerah juga menjadi faktor kunci dalam percepatan proyek ini.

Bupati Pelalawan, Zukri, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas komitmen dan kerja keras PLN dalam menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, berkat keseriusan PLN untuk mewujudkan listrik menyala di Pulau Mendol selama 24 jam, mudah-mudahan di tahun 2026 ini sudah bisa terealisasi,” ungkapnya.

Lebih dari sekadar penerangan, kehadiran listrik 24 jam diyakini akan membawa dampak besar bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat. Aktivitas ekonomi dapat berkembang lebih luas, usaha kecil menengah memiliki peluang untuk tumbuh, sektor pendidikan semakin terbantu, dan layanan kesehatan dapat berjalan lebih optimal.

Pemerintah Kabupaten Pelalawan pun menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembangunan ini melalui koordinasi lintas sektor. Langkah ini penting untuk memastikan tidak ada hambatan berarti di lapangan, sehingga target penyelesaian dapat tercapai tepat waktu.

Bagi masyarakat Pulau Mendol, progres yang telah mencapai setengah perjalanan ini menjadi simbol harapan. Harapan akan kehidupan yang lebih terang, lebih produktif, dan lebih sejahtera. Listrik yang menyala tanpa henti bukan hanya menghadirkan cahaya di malam hari, tetapi juga membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik.

Dengan target penyelesaian pada Mei 2026 yang semakin dekat, langkah besar ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah dan PLN mampu menghadirkan perubahan yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Pulau Mendol pun bersiap menyambut era baru—era di mana listrik bukan lagi keterbatasan, melainkan kekuatan untuk berkembang. (Adv/diskom)

Terkini